Potret Nenek Viral Jual Bensin Eceran, Budiman Terenyuh: Cukup, Mbah!

Posted on

Sebuah foto seorang nenek tua renta yang tengah menuangkan bensin membuat politisi Budiman Sudjatmiko merasa terharu.

Potret seorang nenek menjual bensin. (Twitter/@RANGERmount1)
Potret seorang nenek menjual bensin. (Twitter/@RANGERmount1)

Dalam foto tersebut, terlihat seorang nenek yang tengah melayani pengendara sepeda motor yang hendak membeli bensin.

Nenek tersebut tampak sudah sangat tua dan renta. Postur tubuh nenek tersebut sudah tidak lagi tegap.

Nenek tersebut tampak membungkuk saat menuangkan bensin ke dalam tangki sepeda motor.

Wajah dan kulit pun terlihat sudah keriput. Meski demikian, nenek tersebut tampak masih bersemangat untuk berjualan bensin.

Potret haru tersebut rupanya membuat Budiman Sudjatmiko merasa terenyuh.

Cuitan Budiman Sudjatmiko. (Twitter)

Dalam akun Twitternya @budimandjatmiko, dirinya mengaku ingin menangis ketika melihat seorang nenek masih harus bekerja.

“Aku pengen nangis, mbah. Entah di mana suaminya (kemungkinan sudah meninggal) atau anak cucunya (mungkin tak cukup kaya untuk merawatnya). Tapi si mbah (aduh nggak tahan nulisnya) menganggap dirinya begitu kuat dan penting sehingga menjajakan bahan bakar untuk pengendara,” cuitnya, dikutip dari Suara.com.

Dirinya mengatakan bahwa kemungkinan nenek tersebut secara tidak langsung ingin meminta tolong.

“Dia sedang berpura-pura seolah dia yang renta masih dibutuhkan menolong para pengelana atau pengendara biasa. Padahal dia diam-diam minta ditolong oleh mereka untuk memberinya sedikit uang tunai untuk dia menyambung hidup (yang dia yakini) bakal lama lagi!,” lanjutnya.

Tak kuat melihat potret nenek tersebut, Budiman Sudjatmiko meminta agar nenek tersebut istirahat.

“Nggak penting apa dirimu masih relavan atau tidak, yang terpenting adalah apa dunia masih relavan untuk dirimu atau tidak. Sudah 90 tahun mungkin usiamu. Lihat apa yang dunia sudah berikan kepadamu. Terlalu sedikit! Berhentilah memberi pada dunia. Cekap, mbah” tulisnya.

Unggahan Budiman Sudjatmiko pun mengundang banyak komentar dari warganet.

“Loh kenapa kasihan? Kalau saya mah salut banget, umur segitu masih mandiri dan nggak mengandalkan anak atau saudara. Kurang-kurangi mengkasiani orang,” balas akun mrs_dg****.

“Menurutku sih nggak usah kasihan, mas. Tapi aku salut banget dengan mbahnya. Walau sudha sepuh beliau nggak mau hanya berpangku tangan saja. Coba diselidiki keluarganya. Seringkali keluarganya sudah mencegah tapi memang kemauannya nggak mau berpangku tangan. Ya gitu deh,” timpal akun solakh***.

“Sedih emang lebih sedih jatah mereka dimakan koruptor bud,” timpal akun udin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *